
Foto : Pose Bersama Semarak Kemerdekaan HUT RI Ke-80 di Halaman SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) Komite IKWAM dan Manajemen SDM Limas. (foto: ali shodiqin)
SURABAYA (pilarhukum.com) – Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-80 dengan mengangkat tema *Semangat Membangun Bangsa* mengadakan kegiatan semarak kemerdekaan Indonesia mulai tanggal 13-15 Agustus 2025 di halaman sekolah.
Semarak kemerdekaan Indonesia ini diikuti seluruh murid kelas 1 sampai 6 SDM Limas didampingi ustadz dan ustadzah guru karyawan, disamping itu, ada pengurus komite Ikatan Walimurid (IKWAM) SDM Limas dan bapak ibu Walimurid.”Semarak kemerdekaan Indonesia tahun ini kita sengaja semua keluarga besar SD Muhammadiyah 15 Surabaya kita libatkan, termasuk pengurus komite sekolah IKWAM, bapak ibu Walimurid, ustadz ustadzah guru karyawan dan anak-anakku tercinta murid SDM Limas… Agar lebih meriah dan penuh semangat.”Ungkap Ikhwanto SPd sebagai ketua panitia pelaksana HUT RI ke-80 SDM Limas.
Sesuai rundown acara kegiatan Semarak kemerdekaan Indonesia di SDM Limas; pada hari Rabu,13 Agustus 2025 pukul 07.15 lomba tarik tambang yang diikuti 10 murid per kelas, dan lomba estafet kelereng yang diikuti 3 murid putri per kelas. Hari Kamis, 14 Agustus 2025 mulai pukul 07.15 ada lomba estafet bendera yang diikuti 8 murid putra dan putri per kelas, dan lomba estafet tiup gelas yang diikuti 2 murid putra per kelas. Sedangkan, pada hari Jum’at, 15 Agustus 2025 dimulai pukul 07.15 ada senam pagi ceria, usai senam ada lomba bola tampah diikuti 5 orang tiap regu, baik dari bapak ibu Walimurid, segenap pengurus komite IKWAM SDM Limas dan ustadz ustadzah guru karyawan SDM Limas, demikian pula ada lomba kereta balon yang diikuti 5 orang tiap regu.
Putri Abdhi Swastika sebagai wakil ketua komite IKWAM SDM Limas menuturkan kegiatan sambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ini kita adakan semeriah mungkin dan kita tampilkan tali silaturrahim diantara kita,”sehingga dalam perlombaan ini kita melibatkan segenap pengurus komite IKWAM SDM Limas, perwakilan bapak ibu Walimurid dan ustadzah guru karyawan SDM Limas, kita ajak berlomba dengan baik, kita tunjukkan kekompakan, dan kerjasama tim yang terdiri dari 9 regu… Kita harapkan semuanya ikut dalam perlombaan yang digelar di halaman sekolah, dan nanti akan kita ambil juara 1, 2 dan 3.”Tutur ibu putri panggilan akrabnya penuh semangat.
Turut meliput Tim Wartawan Cilik (WarCil) SDM Limas yang terdiri dari Talita Shakila Liban murid kelas 6 Ibnu Khaldun sebagai reporter, Aqila Shidqie Zakia murid kelas 6 Ibnu Qoyyim sebagai perekam audio, dan Khanza Alya murid kelas 6 Ibnu Qoyyim sebagai fotografer. Tim WarCil Limas tersebut diberikan kesempatan wawancara dengan kepala sekolah SD Muhammadiyah 15 Surabaya ustadz Mationo MA, pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan tujuan diselenggarakan gebyar kemerdekaan RI ke-80 di SDM Limas dengan berbagai macam lomba.
Ustadz Yono panggilan akrabnya menjawab pertanyaan tersebut dengan santai,”terimakasih kepada anak-anakku tim WarCil SDM Limas yang sudah piawai saat interview, tujuan diselenggarakan gebyar kemerdekaan Indonesia tahun 2025 adalah dalam rangka bersyukur kepada Allah Subhanahu Wataala atau anugerah kemerdekaan, kedua mengajarkan rasa terimakasih kepada jasa para pahlawan yang telah gugur di medan juang, oleh karena itu, mari kita teruskan perjuangan para pahlawan kita guna mengisi kemerdekaan ini, dengan tekun beribadah sholat lima waktu dan bersungguh-sungguh dalam belajar.”Seru ustadz Yono sambil tersenyum.
Seluruh peserta perlombaan antusias mengikuti, hingga sampai mereka harus berusaha meraih prestasi dengan semangat juang yang tinggi dan penuh sportif. Seperti yang diucapkan Venezia Devani murid kelas 5 Buya Hamka yang meraih prestasi juara 1 lomba estafet bendera saat dijumpai kontributor media,”Alhamdulillah ustad dengan semangat juang yang luar biasa, dan dapat do’a restu orang tua dan ustadz guru kelas kami, saya bersama teman-teman mampu meraih prestasi juara 1 meskipun lawan tandingnya lebih besar dan kuat.”Celoteh Zizi panggilan akrabnya sambil tersenyum bangga. (Ali Shodiqin)


