Foto : Bentrokan Antar Kelompok
SURABAYA (pilarhkum.com) – Bentrok antar kelompok di Surabaya, Jumat (31/6/2024) sekitr pukul 19.00 WIB kembali terjadi. Insiden yang terjadi di Jl Raya Keputih Tegal tersebut, tiga orang mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Insiden berdarah tersebut berawal dari juru Parkir di lokasi kejadian yang meneriaki enam pemuda asal Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menegendarai motor agar tidak keluar malam.
Tidak terima atas teguran tersebut, mereka langsung menghentikan laju kendaraannya hingga terjadi cekcok.
Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Ipda Aan Dwi Satrio Yudho mengatakan, tidak terima atas teguran tersebut, mereka langsung menghentikan laju kendaraannya hingga terjadi cekcok, hingga beberapa orang dari juru parkir itu mengeluarkan senjata tajam yang diselipkan di balik bajunya.
“Kemudian, beberapa tukang parkir yang ada di sana mengeluarkan senjata tajam yang diselipkan di bajunya. Dua anak NTT ditikam,” ungkap Aan Dwi Satriyo saat ditemui di Mapolsek Sukolilo, Minggu, (2/6/2024).
Melihat rekannya ditikam, beberapa pemuda Sumba itu melarikan diri dan memanggil rekan rekanya yang berjumlah 8 orang lainnya sehingga bentrokan kembali terjadi.
“Mereka datang dengan mempersenjatai dirinya dengan balok kayu dan batu, hingga salah satu juru Parkir bernama M. Ali Bachroni menjadi korban dengan luka di kepala bagian belakang.” tambahnya.
Setelah kembali jatuhnya korban, kelompok (Sumba) tersebut langsung melarikan diri. Dari lokasi kejadian setelah dilakukan penyelidikan dengan memintai keterangan para saksi kami mengejar para pelaku.
“Ada 10 orang dari kelompok pemuda itu yang kita amankan. Tujuannya supaya nggak terjadi bentrokan susulan, makanya kita bawa ke Mapolsek dulu,” bebernya.
Sementara untuk dua korban penusukan, yakni Gerson dan Anner, dibawa ke RS Haji Sukolilo.
Meski ada dua korban korban jiwa yang mengalami luka tusuk akibat senjata tajam yang sudah dipersiapkan dan satu korban akibat benda tumpul, pihak Polsek Sukolilo tidak melanjutkan proses hukum dengan dalih tidak ada yang membuat laporan Polisi.
“Karena tidak ada yang membuat laporan Polisi, kami memanggil kedua bela pihak dan hasil dari mediasi sepakat diselesaikan secara kekeluargaan,” dalihnya. [Fiq]



